Sabtu, 20 Maret 2010

Pengumuman Lomba Menulis Nasional 2010

Start:     Mar 20, '10
End:     Jun 7, '10
Jakarta, 22 Februari 2010

Jakarta, ykai.net – Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan UNICEF menyelenggaran Lomba Menulis Nasional untuk memperebutkan “Penghargaan KNPPPA, UNICEF dan YKAI untuk Penulis Muda Indonesia 2010”.

Lomba menulis nasional 2010 bertemakan “Realita Budaya di Mata Anak “.

Konsep budaya mengandung pengertian sebagai suatu sistem dan nilai-nilai yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Konsep ini secara luas mencakup sistem nilai dan keyakinan suatu komunitas yang mewarnai perilaku dan kegiatan warganya, cara atau kebiasaan kerja yang telah membudaya atau tertanam dalam satu komunitas, serta suatu pola tingkah laku masyarakat dalam komunitas (seperti pemikiran, tindakan, pembicaraan, ritual/upacara dan benda-benda).

Berbagai kondisi dan masalah ada di masyarakat, seperti : korupsi, kemiskinan, kekerasan, kenakalan remaja, anak gizi buruk, kasus Reog Ponorogo dan Tari Pendet, dst. Bagaimanakah kaitannya dengan budaya kita? Apa pendapatmu mengenai esensi sebuah budaya? Apakah ada bentuk perlindungan anak atau kekerasan dalam suatu budaya? Permasalahan budaya apa saja yang dihadapi bangsa kita?

Kamu bisa mengeksplorasi dan mengembangkan hal-hal di atas dalam bentuk tulisan.

Persyaratan:

- Peserta berusia 12-18 tahun (SMP/SMU/sederajat).

- Bentuk artikel, asli, panjang tulisan 4-7 halaman kertas A 4, huruf Arial 12pt dan spasi 1.5.

- Sertakan data diri : nama, keterangan sekolah, kelas dan usia (disertai fotocopi bukti diri : KTP/ Kartu Pelajar). Tuliskan alamat jelas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Cantumkan juga dari mana anda memperoleh informasi lomba.

- Tulisan dikirim ke : Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI)

Jalan Tebet Barat Dalam V/26, Jakarta Selatan – 12810.

Paling lambat 7 Juni 2010 (stempel pos).

- Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.ykai.net pada minggu pertama bulan Juli 2010.

- Selain penyerahan Penghargaan Penulis Muda Indonesia 2010 bagi kategori SMP dan SMU, 20 naskah terbaik akan dibukukan, mendapatkan hadian menarik, dan mengikuti Creative Writing Workshop.

- Untuk informasi selengkapnya bisa menghubungi :Nomor Telepon : 021-98292335; 021-98282905;

021- 93810517, 0878-77379859 (Aya);

0812-9464364 (Yuyun);

0818-660654, 021-99832967 (Susan).

Fax : 021-8312694
Website : http://www.ykai.net

Email : lombamenulis_ykai@yahoo.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dan menulisnasional_ykai@yahoo.co.id


CLICK HERE

SAYEMBARA PENULISAN LAKON REALIS

Start:     Mar 20, '10
End:     Jun 30, '10
Dalam dua dekade terakhir panggung teater Indonesia mengalami kemerosotan drastis dalam kuantitas pementasan bergaya realis, seiring dengan semakin banyaknya kemunculan “teater tubuh”. Sejumlah pengamat pernah menyatakan bahwa dalam teater kita telah terjadi krisis aktor. Hal itu mengacu pada kenyataan bahwa tidak banyak aktor yang menunjukkan kepiawaian menghidupkan teks (dialog) dan membangun karakter. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kelangkaan lakon yang mengutamakan seni peran. Beberapa naskah jenis itu, yang sedikit jumlahnya, terlalu sering dipentaskan ulang tanpa menawarkan kesegaran. Sehubungan dengan itulah Komunitas Salihara menyelenggarakan Sayembara Penulisan Lakon Realis.

Syarat-Syarat:
1. Tema bebas.
2. Ditulis dalam bahasa Indonesia.
3. Memperhitungkan durasi pementasan, antara 1 sampai 1,5 jam.
4. Tidak berbentuk monolog dan dibuat untuk dimainkan oleh maksimal 5 (lima) karakter/tokoh.
5. Belum pernah dipentaskan/diterbitkan sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun.
6. Naskah diterima panitia paling lambat pada tanggal 30 Juni 2010.
7. Pementasan perdana naskah pemenang menjadi hak panitia.
8. Nama dan biodata pengarang ditulis pada lembar terpisah dari naskah.
9. Naskah dikirim rangkap 4 (empat) dalam amplop yang ditulisi “Sayembara Penulisan Lakon Realis” di pojok kiri atas, ke:

Komunitas Salihara
Jl. Salihara 16, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520

Pemenang dan Hadiah:
1. Dewan Juri akan memilih 3 (tiga) finalis dan menentukan 1 (satu) lakon terbaik.
2. Pemenang akan diumumkan pada Festival Salihara, September 2010.
3. Lakon terbaik akan mendapatkan hadiah uang Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) dan dua lakon finalis lain masing-masing mendapat uang Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah); pajak ditanggung penerima hadiah.
4. Lakon terbaik akan dipentaskan untuk pertama kalinya di Teater Salihara sebagai produksi Komunitas Salihara.

Dewan Juri dan lain-lain:
1. Dewan Juri terdiri dari 3 orang: Iswadi Pratama (penulis lakon dan sutradara Teater Satu, Lampung), Zen Hae (penyair dan penulis cerita), dan Seno Joko Suyono (wartawan budaya Koran Tempo, pengamat seni pertunjukan).
2. Panitia (kurator dan seluruh karyawan Komunitas Salihara) dan anggota Dewan Juri dilarang mengikuti sayembara ini.
3. Keputusan Dewan Juri akan dipertanggungjawabkan pada saat pengumuman pemenang, dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jakarta, 01 Januari 2010
Komunitas Salihara,
Panitia Sayembara Penulisan Lakon Realis


Click Here

Sabtu, 13 Maret 2010

Cintamani

Cintamani
Catatan Kaki-kaki [4]



"Bagaimana perasaanmu mengenai cinta yang kau pendam begitu lama?"
"Rasa merisaukan cinta itu sendirii dan tiada yang hendak kubagikan dalam kehidupan."
"Baiknya kau penuh harap kepada Sang Cintamani, manatahu ia akan berbaik hati untuk membuat kau dan dia merengkuh suatu harap dari ketiadaan yang begitu semu."
"Aku sudah terlalu banyak berharap. Kepada siapa lagi aku harus bersandar? Rasanya memang tiada asa yang dapat kutorehkan dan dapat kubagi."
"Ada kalanya belum menjadi saatnya, sesuatu harus dikatakan. Tapi dengan menegakkan hati sampai pada pancang tertinggi, di sanalah sudah kau tanamkan harapan penuh dengan air mata dan gelak tawa dari dirimu sendiri."






Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.

Adalah Ibu, Adalah Ayah

Sepanjang perjalanan hari ini, aku melihat banyak sekali kejadian yang rupa-rupanya acap kali luput dari mataku. Adalah tentang kasih. Di mana terpatri antara anak dan orang tuanya. Aku tak tahu kalau itu menjadi suatu kewajiban atau tidak, tetapi aku merasa di sanalah tertera cinta yang sesungguhnya dari orang tua kepada anaknya.

Pagi tadi, sebelum ke markas di Jagakarsa, aku memperhatikan seorang ayah yang terus menggendong anaknya agar tidak lari ke mana-mana. Ya, kalau kau tahu ayah itu adalah seorang pengamen. Entahlah, kehadiran anak itu apakah menjadi sebuah visi dan misi atau tidak. Sang ayah menyanyi sambil menggandeng anaknya di dalam sebuah bus kota.

Kemudian, ketika menuju ke markas, lagi-lagi kulihat seorang ayah menjemput anaknya pulang sekolah dengan menggunakan angkutan umum. Dia membawa anaknya menyebrangi jalan dan membantunya naik ke dalam mobil.

Aku terengah. Ada kasih pada ayah, tiada henti...

Kemudian, ketika aku menuju pulang, aku melihat seorang ibu sedang sibuk menggendong anaknya walaupun di tangannya penuh dengan dokumen yang dia bawa. Anak itu tertidur di dalam gendongannya. Mereka melintasi jalan raya yang padat.

Lagi, seorang ibu hampir terjatuh ketika anak yang di dalam pelukannya bergerak membrutal setelah bangun dari tidurnya. Ibu itu menenangkan anaknya kembali dan sang anak lagi-lagi tertidur.

Aku terengah. Ada kasih pada ibu, tiada henti...

Hari ini aku belajar, ada kasih pada ayah dan ibu. Ah, aku rindu untuk bersenda gurau pada mereka.



Jakarta, 13 Maret 2010 | 21.53
AA. - dalam sebuah inisial

Kamis, 04 Maret 2010

Kepada Hujan

Kepada hujan,
sang mentari menjadi malu
kalau kau terpeleset dari awan

Kepada hujan,
ada doa dari anak pembawa payung
kalau kau terjatuh dari atas

Kepada hujan,
komposisi dalam kesamaan
tetaplah sebagai sosok yang tenang

Kepada hujan,
selalukah kau membawa yang kuiringkan
sementara jarak jauh yang terbentang

Kepada hujan,
ada kenangan dari jutaan mimpi
aku masih mengingatmu sebagai pertanda

Kepada hujan,
masihkah dapat kukenang wajah seseorang




Jakarta, 4 Maret 2010 | 20.51
AA - dalam sebuah inisial