Tampilkan postingan dengan label catatankaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatankaki. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

Cintamani

Cintamani
Catatan Kaki-kaki [4]



"Bagaimana perasaanmu mengenai cinta yang kau pendam begitu lama?"
"Rasa merisaukan cinta itu sendirii dan tiada yang hendak kubagikan dalam kehidupan."
"Baiknya kau penuh harap kepada Sang Cintamani, manatahu ia akan berbaik hati untuk membuat kau dan dia merengkuh suatu harap dari ketiadaan yang begitu semu."
"Aku sudah terlalu banyak berharap. Kepada siapa lagi aku harus bersandar? Rasanya memang tiada asa yang dapat kutorehkan dan dapat kubagi."
"Ada kalanya belum menjadi saatnya, sesuatu harus dikatakan. Tapi dengan menegakkan hati sampai pada pancang tertinggi, di sanalah sudah kau tanamkan harapan penuh dengan air mata dan gelak tawa dari dirimu sendiri."






Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.

Jumat, 23 Oktober 2009

Kabut Hitam

Kabut Hitam
Catatan Kaki-kaki [3]



"Aku begitu heran mengapa pagi ini hanya ada awan hitam tanpa matahari. Mungkin akan ada pertanda buruk, mungkinkah firasat semalam akan lekas menjadi kenyataan."
"Hei, kenapa begitu pesimis? Firasat itu hanyalah permainan hati. Kita bisa menerima dan jalankan saja semua alurnya. Kita mainkan saja melodi-melodinya."
"Tapi aku takut, awan sudah diselimuti kabut. Kata orang, ini adalah pertanda yang kurang baik. Walau aku tahu ini adalah musim hujan, tetapi mengapa harus sekarang askan turun hujan. Apakah tak ada hari lain?"
"Mungkin saja ada, tapi waktu sudah menentukan kehendaknya juga."




Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.

Minggu, 27 September 2009

Sang Petualang

Sang Petualang
Catatan Kaki-kaki [2]


"Kamu masih ingin berangkat? Dengan keadaanmu seperti sekarang ini? Ah, jangan gila kamu! Kalau terjadi apa-apa, aku tak tahu lagi bagaimana keadaanmu."
"Percaya saja, modalnya hanya itu. Semua akan baik-baik saja. Aku sudah mulai merasa lebih baik dan siap untuk mengangkat ransel kembali."
"Tolong hubungi aku kalau terjadi apapun denganmu, aku pasti akan cemas menunggu kabar darimu. Aku tahu jiwamu itu memang membara, tetapi peduli jugalah denganku, dengan mereka yang menantimu."
"Lepaskan aku, tolong... Bebaskan diriku untuk meraih gunung bahkan aku ingin mati di puncaknya!"



Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.

Minggu, 20 September 2009

Kepada Pagi Ini

Kepada Pagi Ini
Catatan Kaki-kaki [1]




"Ah, katamu kita berbicara di depan kafe itu sambil mencari sinyal wi-fi pagi ini."
"Adakah baiknya kita terdiam sejenak?"
"Oh, pada mulanya seperti itu saja."
"Jangan pernah buang waktumu itu, lantas gunakanlah saja."
"Kuharap demikian, mari nyalakan notebookmu dan bekerjalah karena hari-hari adalah jahat."







Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.