Jumat, 31 Oktober 2008

Selamat Pagi Indonesia

selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
di mata para perempuan yang sabar,
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan;
kami telah bersahabat dengan kenyataan
untuk diam-diam mencintaimu.
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu
agar tak sia-sia kau melahirkanku.
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya.
aku pun pergi bekerja, menaklukan kejemuan,
merubuhkan kesangsian,
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman
yang megah,
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat,
para perepuan menyalakan api,
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura.

Selamat pagi, Indonesia, seekor burung kecil
memberi salam kepada si anak kecil;
terasa benar : aku tak lain milikmu


Sapardi Djoko Damono

Senin, 27 Oktober 2008

Pulang

Aku ingin pulang

                        Namun... aku tak tahu

                                                        Di mana aku harus pulang...




-AAT, Sebuah inisial...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Katon Bagaskara - Cinta Putih





Mari kita jaga sebentuk cinta putih
Yang telah terbina
Sepenuhnya terjalin pengertian
Antara engkau dan aku oh..

Masihlah panjang
Jalan hidup mesti ditempuh
S'moga tak lekang oleh waktu

Reff#

Cukup bagiku hadirmu
Membawa cinta selalu
Lewat warna sikap kasihku
Kau ungkap..tlah terjawab

Jika kau bertanya
Sejau mana cinta membuat bahagia
Sepenuhnya t'rimalah apa adanya
Dua beda menyatu saling mengisi
Tanpa pernah mengekang diri
Jadikan percaya yang utama

Back to Reff#

Reporter Untuk Majalah Gramedia Group

Start:     Oct 25, '08
Dibutuhkan !!!


REPORTER PERISTIWA (REP-PER)

- Pendidikan S1 Jurnalistik/Komunikasi/sejenisnya
- Senang Menulis
- Mampu berbahasa Inggris/asing lainnya
- Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman jurnalistik di bidang wanita

Lampirkan: Contoh artikel bertema dunia wanita karya anda sendiri


REPORTER HIBURAN (REP-HIB)

- Pendidikan S1 Jurnalistik/Komunikasi/sejenisnya
- Senang Menulis
- Mampu berbahasa Inggris/asing lainnya
- Mengikuti perkembangan dunia wanita (gaya hidup, lifestyle, musik,
film)
- Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman jurnalistik di bidang wanita

Lampirkan: Contoh artikel bertema dunia wanita karya anda sendiri


REPORTER BOGA (REGA)

- Pendidikan S1 Jurnalistik/Komunikasi/sejenisnya
- Senang Menulis
- Memiliki ketertarikan di bidang boga/kuliner
- Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman jurnalistik di bidang
boga/kuliner

Lampirkan: Contoh artikel bertema boga/kuliner karya anda sendiri



Kirimkan CV dan berkas lamaran (dengan mencantumkan kode posisi) ke:
HR Department
Group of Magazine - Kompas Gramedia
Gramedia Building 1st Unit 8th Floor
Jl. Panjang No.8A Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530

atau melalui email :
tyas@yahoo.com (untuk REP-PER dan REP-HIB)

astari@yahoo.com(untuk REGA)


Semua berkas lamaran dan lampiran tidak dikembalikan. Hanya lamaran yang
memenuhi kualifikasi yang akan diundang mengikuti proses seleksi

===================
SOURCE HERE

Lowongan Chief Editor

Start:     Oct 25, '08
female lifestyle magazine in Jakarta;

urgently needs:

Chief Editor (office manager)

requirements;

- 5 years experience as chief editor in magazine

or media industry

- knowledge of all aspect in circulation /

marketing

- knowledge of accounting

- female / male age minimum 35 years

send your CV ASAP to:

ken@yahoo.com

==========

Source here

Hujan Sore Ini

Hujan sore ini mengingatkanku untuk hal - hal itu
Ada sesuatu yang belum terungkap saat ini

Hujan sore ini membawaku mengenang semua itu
Agar aku tak melupakan sejuta kenangan

Hujan sore ini mengirimku pada imajinasi
Agar aku berani untuk bermimpi

Hujan sore ini membuat hidupku lebih bermakna
Walau tak sempurna



-Aveline Agrippina Tando-
25102008-10.22

>>> Menikmati tetes hujan

Minggu, 19 Oktober 2008

Berpisah

Pepatah sering mengatakan "ada waktunya bertemu, juga ada waktunya berpisah." Saya pikir itu adalah sesuatu yang netral dalam hidup. Seperti ada kelahiran, tentu juga ada kematian. Seperti hukum sebab akibat. Dan berbagai hukum timbal balik lainnya.

Kelahiran tentu saat - saat membahagiakan. Itu merupakan pertemua perdana ketika seseorang manusia dalam ujud kecilnya dilahirkan dengan manusia - manusia yang telah lahir sebelumnya dan dengan dunia. Pertemuan yang membahagiakan bukan? Atau ketika anda bertemu dengan seseorang yang anda cintai. Menjadi sebuah pertemuan yang mengharukan.

Jadi, pertemuan adalah sesuatu yang membahagiakan untuk anda yang sedang rindu ataupun merasa sendiri dalam hidup anda. (Kecuali, anda bertemu dengan musuh anda, tentunya bukan kebahagiaan yang anda dapatkan melainkan amarah dan dendam).


Namun bagaimana dengan berpisah?

Berpisah dengan seseorang yang anda kasihi?

Berpisah dengan seseorang yang anda sayangi?

Berpisah dengan seseorang yang mengasihi anda?


Berpisah berasal dari kata "pisah" yang artinya akan berubah menjadi jauh.  Sebuah perpisahan akan menjadi saat - saat yang mengharukan, menyedihkan, menyakitkan, dan suasana - suasana lainnya yang menjadikan sesuatu tak lengkap. Tak sempurna lagi.

(Kecuali anda berpisah dengan musuh anda, itu lain soal.)

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang harus berpisah. Kematian. Jarak. Ruang lingkup. Dan banyak lainnya.

Berpisah. Saat yang menakutkan kah? Terus terang dalam hidup saya, berpisah adalah saat yang harus saya lalui dalam deru air mata. Dan yang pasti dalam pikiran saya, berpisah adalah sesuatu yang bisa membuat saya terjatuh, namun belum tentu menakutkan diri saya.

Kadang sayapun juga ragu terhadap diri saya. Apakah saya berani menghadapi perpisahan? Berpisah dengan orang yang saya kasihi, keluarga, sahabat - sahabat, dan semua orang yang pernah saya jumpai.

Bagaimana memaknai rasa perpisahan? Saya tak pernah bisa merasakan makna perpisahan. Ketika saya bertemu dengan seseorang yang membuat saya nyaman bersamanya, saya tak pernah berpikir dengan perpisahan. Yang saya lakukan adalah apa yang saya harus lakukan ketika berjumpa dengan orang itu.

Namun, ketika saya merasakan kehilangan orang itu, saya baru sadar, saya telah berpisah dengannya. Ketika saya merindukannya, saya baru sadar, dia tak ada di samping saya. Tidak menemani saya. Nah, di saat - saat itulah saya harus berani melawan ketakutan saya terhadap perpisahan.

Perpisahan itu ada dua. Berpisah untuk sementara atau berpisah untuk selamanya. Yang saya tuliskan ini adalah berpisah untuk selamanya. Bagaimana rasanya berpisah, dan bagaimana rasanya memaknai perpisahan itu. (walau menyakitkan)

Kenikmatan yang saya ambil? Rasanya ada... walau sedikit sekali. Yaitu bagaimana perpisahan mendewasakan saya dan menjadikan sebuah ketegaran yang harus saya jalani. Menemukan mozaik yang hilang dari bagian kehidupan saya.



>>> Pagi ini
Jakarta 18 Oktober 2008

-Aveline Agrippina Tando


*) Catatan ini bukan catatan perpisahan ataupun menjadi tulisan terakhir...


Terima kasih untuk pesan di YM-ku, kawan!