Senin, 06 Juni 2011
Minggu, 05 Juni 2011
Selamat Pagi Indonesia
selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
di mata para perempuan yang sabar,
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan;
kami telah bersahabat dengan kenyataan
untuk diam-diam mencintaimu.
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu
agar tak sia-sia kau melahirkanku.
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya.
aku pun pergi bekerja, menaklukan kejemuan,
merubuhkan kesangsian,
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman
yang megah,
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat,
para perempuan menyalakan api,
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura.
Selamat pagi, Indonesia, seekor burung kecil
memberi salam kepada si anak kecil;
terasa benar : aku tak lain milikmu
Sapardi Djoko Damono
Sabtu, 04 Juni 2011
Soal Perih

Jumat, 03 Juni 2011
Dari Kamu, Senja
agar kami punya harap di dalam setiap kedatangan
karena aku mengerti
mengapa matahari harus datang
dan juga pergi
karena aku mengerti
arti kehilangan
adalah untuk menemukan
kehilangan lain
Jakarta, 3 Juni 2011 | 18.52
A.A. - dalam sebuah inisial
Rabu, 01 Juni 2011
Soal Waktu
tapi juga tak dapat berlari
dia yang dapat pergi
tapi tak dapat bersembunyi
hari ini adalah tentang hari ini
tak perlu diungkap tentang esok
karena ia sudah punya rawian sendiri
hari ini adalah tentang hari ini
tak perlu diceritakan tentang kemarin
karena ia sudah menjadi kenangan dan sejarah
dia boleh saja pergi dan tak kembali
tapi hari ini adalah tentang hari ini
tak ada yang perlu kamu khawatirkan
semua akan baik-baik saja, percayalah untuk ini
Jakarta, 2 Juni 2011 | 08.47
A.A. - dalam sebuah kultimasi dahsyat
Perih
'Untuk apa di sini?'
Kau turun mendatangiku. Aku tahu ini akan terjadi. Kau tak akan pernah rela meninggalkan aku sendiri, mendiamiku dalam waktu yang cukup lama.
'Hanya untuk mencari jalan pulang.'
'Jalan pulang?'
'Jalan pulang ke hatimu.'
Sembab matamu. Aku menunduk di hadapan wajahmu. Ternyata semudah itu membuatmu menangis. Tapi kehadiranku bukanlah untuk membuatmu menangis. Ada yang ingin kukatakan sebelum pergi:
'Perih ini hendak kubagi denganmu, maukah kau menerimanya?'
Jakarta, 1 Juni 2011 | 21.24
A.A. - dalam sebuah inisial