Minggu, 27 Desember 2009

Kompetisi Menulis Kompas MuDA 2009

Start:     Dec 27, '09
End:     Feb 17, '10
Persyaratan:
* Khusus untuk tingkat SLTA, boleh tim boleh perorangan.
* Tema: Bangga Indonesia
* Panjang tulisan maksimal 7000 karakter (termasuk spasi)
* Teknik penulisan lebih menekankan pada cara penulisan seperti di Kompas MuDA yang santai dan mengalir.
* Tulisan dikirim ke :



Marketing Communication Kompas
Gd Kompas Gramedia Lt2
Jl Palmerah Selatan 26-28
Jakarta 10279
Cantumkan kode PENULIS MuDA pada amplop luar,
* Sertakan data nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan foto copy kartu pelajar.
* Karya sudah harus sampai di tangan panitia tanggal 17 Februari 2010.
* Per orang atau per tim maksimal hanya bisa mengirim satu buah tulisan.

Hadiah Kompetisi:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik



Source HERE

Sabtu, 26 Desember 2009

Goresan Pena Untuk Palestina

Start:     Jan 27, '10
End:     Feb 4, '10


Kategori Lomba

1. Lomba Menulis Puisi
2. Lomba Menulis Cerpen
3. Lomba Desain Cover
4. Lomba Kaligrafi

Prasyarat Peserta

1. Peserta adalah siswa/i SMA dan sederajat atau mahasiswa/i yang terdaftar/berstatus aktif pada SMA atau Perguruan Tinggi di wilayah Jabodetabek.
2. Pengiriman karya yang akan dilombakan harus dilengkapi dengan persyaratan sebagai berikut :

* Biodata/ CV lengkap
* Foto copy Kartu Pelajar/ Kartu Tanda Mahasiswa sebanyak 2 buah
* Pas foto terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 2 buah

1. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20.000 per karya

Ketentuan Lomba:

A. Lomba Menulis Puisi

1. Naskah puisi harus merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun media online.
2. Naskah puisi diketik dengan rapi di kertas A4, margin standar, font 12, spasi 1,5, huruf Times New Roman.
3. Naskah puisi bertemakan Palestina : “Merajut Harapan Untuk Sebuah Kedamaian”.
4. Setiap peserta boleh mengirim lebih dari 1 naskah puisi, maksimal 3 naskah puisi.
1. Karya yang masuk menjadi milik panitia dan dokumentasi panitia.
2. Karya yang dianggap baik akan dimuat dan diterbitkan dalam buku “Goresan Pena Untuk Palestina”

Lomba Menulis Cerpen

1. Naskah cerpen harus merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun media online.
2. Naskah cerpen diketik dengan rapi di kertas A4, margin standar, font 12, spasi 1,5, huruf Times New Roman, dan cerpen diketik minimal 6 lembar, maksimal 10 lembar.
3. Naskah cerpen bertemakan Palestina : “Merajut Harapan Untuk Sebuah Kedamaian” dengan judul bebas.
1. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 naskah cerpen.
2. Karya yang masuk menjadi milik panitia dan dokumentasi panitia.
3. Karya yang dianggap baik akan dimuat dan diterbitkan dalam buku “Goresan Pena Untuk Palestina”.

Lomba Desain Cover

1. Desain cover harus merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun media online.
2. Desain cover bertemakan Palestina : “Merajut Harapan Untuk Sebuah Kedamaian”.
1. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 desain cover.
2. Format desain cover : JPEG dan BMP

1. Ketentuan karya :

- teknis dan gaya visualisasi bebas, orisinal, asli 100% buatan sendiri, dan tidak menggunakan elemen yang melanggar hak cipta dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan).

- Apabila ada pembuktian pelanggaran ketentuan ini, karya akan dianulir dan/ atau dibatalkan penghargaannya, serta menjadi tanggung jawab peserta sepenuhnya.

- Karya bisa dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/ digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) sehingga berwujud digital.

- Karya dapat berupa hasil kerja individu atau kerja tim (maksimal 2 orang) dengan memenuhi persyaratan sebagai peserta.

- Hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta. Panitia penyelenggara dan pihak sponsor berhak mempublikasikan karya tersebut dengan memberi informasi pemilik hak ciptanya.

1. Komponen penilaian terdiri dari :

- Orisinalitas

- Kesesuaian tema dengan konsep desain

- Lingkup kedalaman eksplorasi tema dan komunikatif dalam menyampaikan pesan

- Inovasi dan sisi artistik penyajian visual

1. Karya yang masuk menjadi milik panitia dan dokumentasi panitia.
2. Karya terbaik akan menjadi sampul buku “Goresan Pena Untuk Palestina” yang akan diterbitkan.

Lomba Kaligrafi

1. Waktu dan tempat perlombaan :

Lomba kaligrafi akan dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Pebruari 2010 pukul 14.00– 16.00 bertempat di Gedung F, AJB FISIP UI.

1. Tema kaligrafi : Palestina, tulisan kaligrafi dibebaskan selama masih berhubungan dengan tema dan berikan sedikit penjelasan mengenai makna tulisan tersebut.
1. Peserta sudah harus hadir 10 menit sebelum lomba dimulai.
2. Karya kaligrafi dituangkan pada kertas gambar ukuran A3 dan diwarnai.
3. Panitia hanya akan menyediakan kertas gambar ukuran A3. oleh karena itu, setiap peserta wajib membawa peralatan masing-masing seperti meja gambar/ meja lipat, pensil, penghapus, alat pewarna (misal : pensil warna), dsb.
4. Komponen penilaian terdiri dari penulisan huruf (khot), keindahan warna, dan nilai artistik.
1. Karya yang masuk menjadi milik panitia dan dokumentasi panitia

Pendaftaran

* Pendaftaran berlangsung sejak 27 Januari – 4 Pebruari 2010 setiap Senin – Jum’at, pukul 09.00 – 18.00 WIB di Sekretariat FSI FISIP UI, Depok (Mushala Al Hikmah, Lnt.1) dengan membawa persyaratan yang ditentukan.
* Setiap peserta yang mendaftar akan mendapatkan bukti pendaftaran dan menandatangani surat otoritasi publikasi.
* Karya harus diserahkan langsung dan maksimal pengumpulan (puisi, cerpen, dan desain cover) pada tanggal 4 Pebruari 2010, pukul 18.00 di Sekretariat FSI FISIP UI, Depok (Mushala Al Hikmah, Lnt.1).
* Pengumpulan karya puisi, cerpen, dan desai cover diserahkan dalam bentuk hardcopy dan softcopy (CD-R/RW). Khusus untuk desain cover, mohon menyerahkan hardcopy dengan menggunakan kertas foto ukuran 4R.



Hubungi di sini

Waktu akan terus memburu, membunuh kamu dalam ilusi!

Rabu, 23 Desember 2009

Catatan dari Balik Dapur Si Tukang Masak

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Bara Pattiradjawane
Saya tak tahu. Sungguh! Mengapa saya bisa mengambil buku ini dan membawanya pulang dari Gramedia? Saya hanya seorang pelancong yang suka makan. Kalau ke kota manapun, saya pasti akan mencari makanan dan bukan menciptakan makanan sendiri. Saya bukan penggemar masak memasak termasuk di dalamnya acara masak memasak yang menampilkan berbagai macam gaya juru masaknya.

Dari awal saya menyukai kegiatan melancong dari kota ke kota tanpa berpikir saya juga dapat mengorbitkan makanan dari kota-kota tersebut tanpa harus terbang ke kota tersebut. Membuatnya sendiri di rumah.

Bara Pattiradjawane, seorang tukang masak yang mungkin tidak asing lagi di layar TV. Pengisi acara "Gula-gula" ini juga berselingkuh ke ranah kepenulisan. Bukan seperti tukang masak lain yang menerbitkan buku penuh dengan resep dari halaman pertama sampai terakhir. Semua buku penuh dengan resep yang berbahan baku apa saja dan disertai cara memasaknya yang dikemas ala presentasi produk kecantikan. (Tsah!)

Bara menulis buku ini bukan seperti yang saya deskripsikan. Bukan penuh dengan resep atau gambar-gambar cara membentuk adonan atau mengaduk-aduk sayuran di wajan. Dia mengemasnya dalam bentuk catatan harian. Renyah dibaca. Seperti ketika Anda membuka lembar kuliner pada koran setiap minggunya.

Ia bercerita banyak tentang hidupnya dalam dunia kuliner. Sedari kecil sampai pengambilan gambar untuk acara "Kick Andy". Sejarah makanan dan becerita tentang kota-kota yang disinggahinya. Singkat cerita: kita bukan sekadar membaca resep, tetapi juga membaca pengalaman hidupnya tersesat di tempat yang penuh dengan perkakas dapur.

Banyak pengetahuan yang dapat diambil dari cerita-cerita yang dibagikan oleh Bara. Kesan meremehkan masyarakat Dataran Tinggi Dieng yang akan kesulitan mendapatkan bahan - bahan chiffon cake yang ternyata juga bisa membuat kue ini jauh sebelum kedatangan Bara. Atau juga nasihat-nasihatnya bagaimana menikmati makanan sesuai dengan jamnya. (Ini lebih kepada saya, pakar kebangetan yang menciptakan breakfast pada jam 12 siang dan dinner pada jam 10 malam).

Dilengkapi juga dengan foto-fotonya dan masakan-masakannya yang benar-benar berseni. Bukan foto-foto cara membuat masakan, mengaduk-aduk daging cincang di wajan, atau cara menghias makanan. (Oh ya, saya adalah orang yang paling tidak peduli dengan hiasan pada makanan karena menurut saya semua makanan pasti dimakan bukan dilihat hiasannya).

Jelas sekali Bara menulis dengan perasaannya. Dengan hatinya. Buktinya adalah ketika orang membaca menjadi ikut hanyut dalam cerita-ceritanya. Terus ketagihan membaca cerita-ceritanya sampai pada satu tujuan: habis tertutup. Bukan tersiksa membaca, tetapi memang candu dibuatnya.

Buku yang membuat banyak hal. Cerita dari kota dan negeri orang, sejarah kuliner dan makanan, cerita dari balik dapur itu sendiri, dan tentunya resep yang bisa menyulap makanan secara mudah.

Pesan Sponsor: Sebenarnya buku ini sudah saya baca dari bulan Oktober lalu tetapi baru sempat ditulis sekarang. Hahaha...