Jumat, 02 Oktober 2009

Lomba Cerpen Kawanku

Start:     Oct 3, '09
End:     Dec 10, '09
send us your greatest imagination
dan menangkan total hadiah 10 juta rupiah!

“Write out of your limited experience and start from unlimited imagination.” (James A. Michener)

Yap, that’s right, bebaskan imajinasi kita dan tuangkan imajinasi itu ke atas kertas. Karenaaa… Lomba Cerpen kaWanku 2009 sudah mengintip di ambang pintu. Dan W pengin kamu semua mengirimkan imajinasi terbaik kamu buat memeriahkan event ini.

syaratnya:
- Tema cerpen: BEBAS! Bikin tema apa saja sesuai imajinasi kita.
- Panjang cerpen: Panjang naskah maksimal 9100 karakter termasuk spasi, atau 1400 kata dengan double line spacing. Ini sekitar 6-8 halaman kuarto.
- Syarat peserta: Cewek yang pada bulan Desember 2009, usianya enggak lebih dari 19 tahun. Jadi kamu wajib melampirkan fotokopi kartu pelajar/KTP/SIM/kartu keluarga/akte kelahiran. Btw, kamu boleh mengirimkan lebih dari satu cerpen.
- Cerpen paling lambat diterima di meja panitia tanggal 10 Desember 2009.
- Naskah yang dikirim merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan!

karya boleh diserahkan langsung atau dikirim melalui:
- Pos ke Panitia Lomba Cerpen kaWanku, Graha Mandiri Lt. 14, Jalan Imam Bonjol No. 61 Jakarta Pusat 10310. Tuliskan LOMBA CERPEN di sudut kiri atas amplop dan lampirkan form di bawah ini.
atau…
- Email ke cerpenkawanku@gmail.com dengan subject LOMBA CERPEN. Untuk pengiriman melalui email, harap menyalin dan mengisi data-data yang ada di form di bawah ini. Jangan lupa untuk attach hasil scan kartu pelajar/KTP/SIM/kartu keluarga/akte kelahiran. Pengirim lewat email akan diminta untuk mengirimkan form bermaterai bila terpilih dalam 20 besar nominasi Lomba Cerpen kaWanku 2009.

and the winner gets…
Juara I : Rp2.500.000
Juara II : Rp1.500.000
Juara III : Rp1.000.000
Juara Harapan I : Rp800.000
Juara Harapan II: Rp700.000
Juara Harapan III : Rp500.000
10 Pemenang Hiburan @Rp300.000 (Hadiah pemenang sudah termasuk honor pemuatan di majalah kaWanku).

Semua cerpen yang masuk menjadi milik panitia. Cerpen yang tidak menang tapi layak muat akan diberi honor sesuai ketentuan pemuatan cerpen reguler majalah kaWanku. Pemenang akan diumumkan di majalah kaWanku edisi 63 yang terbit tanggal 30 Desember 2009.


INFO Here

Soliloquy - Theme




Kamis, 01 Oktober 2009

Doa Seorang Kawan

Kawan,
Mungkin aku sendiri tidak merasakan apa yang terasa kini
Aku tak dapat membaca isi hatimu yang penuh gundah gulana
Penuh air mata yang mengoyak batinmu dan tak bisa kau sunggingkan senyuman
Tapi Tuhan tahu, karena Ia tidak pernah membutakan mataNya untuk memperhatikan engkau
Dia menghitung setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan
Dia menghitung luka-luka yang tergores di ragamu

Kawan,
Mungkin aku tak dapat menghiburmu, membuatmu tertawa
Aku tak tahu sedalam mana engkau terluka kehilangan semuanya ini
Sekejap saja, getaran itu merampas semua yang engkau miliki
Dan semua itu haruslah ditebus dengan air mata, jerit tangis, histeris, bahkan kematian
Tapi Tuhan tahu, karena Is tidak pernah mematikan nuraniNya untuk mengulurkan kebutuhanmu
Dia sudah mencatat semua yang akan engkau butuhkan
Dia akan mengirimkan semua perlengkapanmu untuk melanjutkan hidup

Kawan,
Kita tak pernah memilih, meminta, mendoakan, dan merancang semuanya
Kita tak pernah menginginkan, mencari, dan mengharapkan semuanya
Engkau berkata: takdir... takdir... aku harus menerimanya ini
Aku belajar dari semua cerita pedih ini, tragedi yang penuh dengan gambaran hitam
Semuanya hanyalah sementara, dan Tuhan tidak pernah main-main dengan ciptaanNya

Kawan,
Jangan pernah salahkan dirimu, jangan kau cerca Tuhanmu
Tak sepenuhnya dosamu juga tak sepenuhnya Tuhan marah padamu
Kita harus ditampar karena kita sudah tak dapat lagi disentil
Kita sudah kebal dengan sentilan, kita harus mendapat yang lebih sakit lagi
Mungkin aku dapat berkata seperti ini, tapi engkau...
Entahlah, bagaimana keadaanmu di sana di mana engkau masih mencari hidup
Mencari ayah, ibu, anak, saudara, kakek, nenek, dan sanak keluargamu
Menangisi mereka yang sudah berpulang dalam reruntuhan

Kawan,
Ingatlah, aku masih perduli kepadamu, jangan salahkan dirimu
Kuyakini semua doamu Tuhan dengar, Tuhan akan mengabulkan
Dia akan mengembalikan dan mengandakan semua yang telah kau miliki sebelumnya
Kita tak pernah meminta, memilih, dan mencari semua ini
Tuhan akan mengamini seluruh doamu, Tuhan tidak menulikan telingaNya
Tuhan sayang kepadamu dan Dia menginginkan sesuatu darimu

Amin







Dedikasi untuk sahabat-sahabat di tanah bencana
Teriring doa untuk kalian semua, tetap tegar



Jakarta di Hari Kesaktian Pancasila 2009 | 21.32

Minggu, 27 September 2009

Sang Petualang (Kantata Takwa)


           ::: Iwan Fals :::

Laut biru begitu lapang
Dan gelombang menghalau bosan
Petualang bergerak tenang
Melihat diri untuk pergi lagi

Ya sejenak hanya sejenak
Ia membelai semua luka
Yang sekejap hanya sekejap
Ia merintih pada samudera

Sebebas camar engkau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seikhlas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap

Petualang merasa sunyi
Sendiri di hitam hari
Petualang jatuh terkapar
Namun semangatnya masih berkobar

Petualang merasa sepi / merasa sunyi
Sendiri dikelam hari
Petualang jatuh terkulai
Namun semangatnya bagai matahari

Sebebas camar engkau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seikhlas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap

Ya sang petualang terjaga
Ya sang petualang bergerak
Ya sang petualang terkapar
Ya sang petualang sendiri

Sang Petualang

Sang Petualang
Catatan Kaki-kaki [2]


"Kamu masih ingin berangkat? Dengan keadaanmu seperti sekarang ini? Ah, jangan gila kamu! Kalau terjadi apa-apa, aku tak tahu lagi bagaimana keadaanmu."
"Percaya saja, modalnya hanya itu. Semua akan baik-baik saja. Aku sudah mulai merasa lebih baik dan siap untuk mengangkat ransel kembali."
"Tolong hubungi aku kalau terjadi apapun denganmu, aku pasti akan cemas menunggu kabar darimu. Aku tahu jiwamu itu memang membara, tetapi peduli jugalah denganku, dengan mereka yang menantimu."
"Lepaskan aku, tolong... Bebaskan diriku untuk meraih gunung bahkan aku ingin mati di puncaknya!"



Catatan Kaki-kaki adalah serial 99 catatan dengan gaya bahasa komunikasi antar dua orang. Tulisan ini pernah dilabuhkan di blog lama saya dan pada akhirnya berlabuh juga pada blog ini. Tulisan yang ada di dalam serial ini tidak akan pernah dapat disamakan dengan cerpen karena karakter tulisannya yang terlalu sedikit. Di sini -dalam serial ini-, tidak akan pernah ditemukan narasi yang tidak dalam bentuk dialog.

Senin, 21 September 2009

Hai, Pagi

Hai pagi,
mari kita minum sajian kopi pahit ini

Hai pagi,
mari kita santap
roti sarapan ini

Hai pagi,
mari kita bekerja untuk hari ini