Jumat, 20 Maret 2009

Lomba Resensi Buku Kelompok Penerbit Pro-U Media

Start:     Mar 20, '09
End:     Aug 15, '09
Pro-U Media mengadakan sayembara resensi buku. Sayembara ini berlaku untuk umum (siapapun boleh ikut).
Ketentuan Lomba :
1. Resensi yang kamu kirim adalah hasil karyamu sendiri…!! bukan saduran, jiplakan atau plagiat.
2. Panjang resensi minimal 2 (dua) halaman A-4, 1,5 spasi, font Arial 12. (jangan ditulis tangan… khawatirnya nggak kebaca he..he..)
3. Dikirim melalui pos/paket (tidak menerima pengiriman lewat Fax atau e-mail) apalagi sms… :-p ( ya..iyalah.. boros pulsa gitu loh.. )
4. Buku-buku yang diresensi adalah sbb : (boleh satu buku, beberapa buku atau semuanya gpp)

(a.) Kategori Fiksi
- “Tembang Ilalang” karya MD. Aminudin
- “Kabar Bunga” karya Marsiraji Thahir
(b.) Kategori Non Fiksi
- “Republik Genthonesia” karya Mbah Dipo
- “ Ada Singa Dalam Dirimu” karya Asa Mulchias

Bagi yang pernah merensensi buku-buku di atas dan pernah dimuat di media cetak atau internet (blog, website, milis, dll) akan menjadi nilai plus bagi juri (Tentu dengan melampirkan fotokopi resensi di media cetaknya ya atau mengirimkan link-nya untuk internet..) so..buruaaan masukin tulisan ke koran, majalah, blog, website….dll. ..

Sayembara ini berakhir pada tanggal 15 Agustus 2009

Naskah resensi dikirim ke alamat :

PRO-U Media
d.a. Jln. Jogokariyan 35, Yogyakarta 55143, dengan mencantumkan “LOMBA RESENSI” di pojok kiri atas amplop.

Hadiah bagi pemenang sayembara tiap kategori :
1. Juara 1 : uang tunai senilai Rp 500.000,- dan satu paket buku senilai Rp 700.000,00
2. Juara 2 : uang tunai senilai Rp 400.000,- dan satu paket buku senilai Rp 600.000,00
3. Juara 3 : uang tunai senilai Rp 300.000,- dan satu paket buku senilai Rp 500.000,00

Buku-buku ini juga bisa didapatkan di: TB. Gunung Agung, Gramedia, Toga Mas, Tisera atau di Jakarta 08128024672 / 02168991133, 0213153928, 02193042604, Depok 08129209922, Bandung 08122118475 / 08122221475, Surabaya 0813650643322, Medan 0811647932, Makasar 081355700280, 085299519800, Semarang 081328784604
Atau bisa didapatkan melalui pemesanan ke kantor Pro-U Media, Jl. Jogokariyan 35, Yogyakarta. Telp. 0274-376301

SOURCE HERE

LOMBA TULIS DAN FOTOGRAFI WWF-EVELLA 2009

Start:     Mar 10, '09
End:     Apr 18, '09
Jumlah Hutan Makin Berkurang, Bumi makin panas!

“BUMIKU SATU”

Dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April 2009, WWF-Indonesia Kalimantan Tengah mengadakan Lomba Menulis dan Fotografi bagi siapapun warga negara Indonesia, baik pelajar, mahasiswa maupun umum yang berada di Kalimantan Tengah.

Lomba Menulis (bagi Wartawan & Umum)

1. Tema: Perkebunan Sawit Berkelanjutan, mungkinkah?

2. Tulisan berisi opini.

3. Panjang tulisan antara 1.000 hingga 2.500 kata (2-5 halaman A4), Times New Roman 12 spasi 1,5.

Lomba Fotografi

1. Tema: Potret Manusia dan Kekayaan Alam Bumi Tambun Bungai.

2. Pemotretan dapat dilakukan dengan media film (analog) ataupun digital (Hp, SLR, dll).

3. Hasil pemotretan dikirim kepada panitia berupa soft copy dalam bentuk CD dan cetak 3R. Dibelakang foto ditulis keterangan tentang : Judul foto, Nama pemotret, Lokasi pemotretan, caption dan keterangan foto misalnya ISO, diafragma, shutter speed, merk kamera, dll).

Peserta membawa hasil karyanya (sekaligus mendaftarkan diri) ke WWF-Indonesia Kalimantan Tengah Jl. Krakatau No. 12 Bukit Hindu kode pos 73112 Palangkaraya-Kalimantan Tengah. Peserta dari luar Palangkaraya dapat mengirimkan hasil tulisan/foto kepada panitia dalam bentuk softcopy melalui email (format pdf atau jpeg) ke wwfid-kalteng@wwf.or.id dengan subject “Lomba Tulis BUMIKU SATU” atau “Lomba Fotografi BUMIKU SATU” atau melalui pos.

Pendaftaran/pengumpulan karya: 10 Maret – 18 April 2009 (via email, pos maupun alamat langsung)

Pengumuman Pemenang: 24-26 April 2009

Hadiah Total Rp. 15000.000,-

Informasi lebih lanjut:

Cp: Rhoman Setiawan – 085249492422

Tira Maya Maisesa – 08112504985

SOURCE HERE

Pelatihan Menulis Bersama Kang Arul -Gratis- Khusus Guru, Buruh, dan Kaum Ibu

Start:     Mar 20, '09
Menulis bagi sebagian besar adalah pekerjaan yang susah-susah gampang; susah menuliskan semua ide yang tiba-tiba saja gampang mampir di benak.Menjadi guru di sekolah, menjadi buruh pabrik, dan menjalani peran ibu di rumah merupakan dunia yang penuh dengan warna sekaligus mulia.

Dalam rangka meningkatkan kepedulian untuk Indonesia yang semakin cerdas melalui menulis, Menulisyuk Komunikata akan menggelar pelatihan gratis menulis untuk guru, buruh, dan kaum ibu. Dengan fasilitator Arul Khan [Penulis 199 buku, dosen jurnalistik, dan pemegang Master of Art di bidang Journalism dan Magister Ilmu Komunikasi], RW Dodo [Direktur matapena, pengelola menulisyuk, dan penulis puluhan buku pengayaan sekolah], Dede Sulaiman, dan semua volunter penulis yang tergabung di Menulisyuk Komunikata.

Bagaimana cara ikut serta?

Anda cukup mengumpulkan 10 orang peserta saja untuk memulai kelas menulis ini. Atau Anda bisa mengadakan pelatihan di sekolah tempat Anda para guru mengabdi, di lokasi pabrik atau di tempat tertentu bagi para buruh, dan di lokasi terdekat dari rumah bagi para ibu.

Semua materi disiapkan oleh tim Arul Khan dan tim Menulisyuk. Dan setiap peserta mendapat kesempatan untuk dipublikasikan ke penerbit yang selama ini bekerjasama dengan Menulisyuk Komunikata.

Kirimkan daftar peserta pelatihan ke email redaksi@menulisyuk.com [redaksi at menulisyuk dot com] dan kami akan segera merespon permintaan Anda untuk menggelar pelatihan dan menyesuaikan jadwal.

INGAT: Pelatihan ini sepenuhnya GRATIS.

Informasi selanjutnya klik www.menulisyuk.com

Kegiatan sepenuhnya disponsori oleh Menulisyuk Komunikata, Mata Pena, Media Cyber Persada, Sedaun Printing, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komunitas Santri, dan Bataviaweb


SOURCE AND MORE INFO HERE

Selasa, 17 Maret 2009

Children Rights




Hari ini, saya menemukan sebuah link yang diberikan oleh teman saya untuk tertuju pada video ini. Video ini berisikan mengenai hak anak yang seharusnya mendapatkan kebebasan di masa kecil mereka menjadi hal yang sebaliknya.

Hari ini juga saya ingin berbagi kepada Anda untuk melihat video ini. Yang disayangkan adalah tak ada suara dalam video ini. Tetapi mari kita ikut ambil bagian dan mari perduli kepada mereka...

Untuk kalian, teman-teman kecil
Hari ini aku banyak belajar kepada kalian
Masih betapa beruntungnya aku
Aku dapat menikmati apa yang kalian tak dapat nikmati
Kadang, aku merasa lelah dan tak ingin mendapatkannya
Tetapi setelah melihat wajahmu yang mengiba
Mengingini apa yang aku dapat nikmati
Masih layakkah aku mengeluh?
Layakkah aku tak mengucapkan syukur?

Teman-teman kecil,
mari... bermainlah... bebaskanlah dirimu
Mari kamu berbagi rasamu kepadaku
Agar aku mendapatkan pelajarannya
Akan kubagi sukaku kepadamu
Agar kamu dapat mengerti dan merasakan
Seperti apa yang ingin kamu rasakan

Senin, 16 Maret 2009

Rp. 450.000,-

Rp. 450.000,-

Aveline Agrippina Tando
Cerita sekilas saja



Sembilan lembar. Ya, sembilan lembar uang lima puluh ribu rupiah telah ada di dalam amplop yang kuambil. Amplop ini seharusnya sudah tiba di tangan Pak Is. Namun amplop ini terpaksa kutahan karena setan dan malaikat sedang berperang.

"Itu bukan uangmu! Berikan!" Malaikat memerintah kepadaku.
"Hei... anakmu sakit. Dia butuh dana besar." Godaan setan merasuki.

Ya, anakku sedang berada di dalam rumah sakit. Aku butuh biaya untuknya. Di sisi lain, aku harus memberikan uang ini kepada Pak Is dari hasil penjualan mesin.

"Ayo! Bergegaslah ke rumah sakit!"
"Jangan! Berikan kepada Pak Is!"
"Anakmu sakit, ayolah! Anakmu yang utama!"
"Itu bukan uangmu, kamu harus tahu!"

Tanpa sadar, aku menerobos masuk ke Ruang Pak Is. Aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Tak sopan. Ya, tak sopan.

"Pak Is, ini hasil penjualan!" Kusodorkan amplop itu.
"Wah... bagus! Oh ya, kudengar anakmu sakit. Butuh uang?"

Aku mengangguk.

Dia membuka amplop yang kuberikan, menghitungnya. Lalu ia membuka laci mejanya dan menambahkan jumlahnya.

"Ini untuk biaya anakmu! Tak dipotong honor."

Raut wajahku berubah tanpa izin. Ah, malaikat berhasil memenangkan pertarungan dengan setan.

"Terima kasih, Pak."

Pramoedya Ananta Toer




Sabtu, 14 Maret 2009

Menangis

Lelaki itu menangis. Di sudut tembok yang menyiku, dia terduduk sambil menutup wajahnya. Enggan menatap sekitar. Bukan karena diputusi oleh sang kekasih. Bukan karena pernyataan istrinya yang ingin menceraikannya.

Dia masih terdiam sendiri. Masih berdiskusi dengan air mata dan hati yang tersayat-sayat. Dia masih menikmati air mata yang membuatnya jatuh. Ya, jatuh! Jatuh seketika setelah mengetahui anak istrinya mati terbakar.



>>> Setelah membaca koran lama
A.A - dalam sebuah inisial
14 Maret 2009 | 2.41