Jumat, 17 Oktober 2008

Sepi

Menikmati sepi

dalam kesendirian

dalam kesendirian

dalam hening

dalam hening

Sepi...

dalam keindahannya

begitu bermakna


>Sambil melihat jemari bercengkrama dengan keyboard...


Sendiri - Tohpati

Rabu, 15 Oktober 2008

Semoga Kita Berjumpa Lagi (The Last Chapter of This Journal)

Mungkin semua diawali dengan suka
Lalu berakhir dengan kata duka
Begitu juga dengan sebuah kehidupan
Dimulai dengan tawa kebahagiaan
Lalu diakhiri dengan sepercik duka
Menggulung menyatu membawa hidup
Menuju pada alam kematian


Sebuah pertemuan akan menjadi sebuah perpisahan
Namun itu semua bukanlah akhir dari segalanya
Dunia terus berputar, menyingsing hidup
Bersama ribuan luka, jutaan tawa
Walau saya tak lagi akan ada di sini
Tetapi sebuah penyatuan akan selalu bersatu

Tak ada kata "selamat tinggal"
Yang hanya adalah kata "kita akan bertemu lagi"
Maka itu, dalam lirih ini, dalam sedu ini
Saya gumamkan... semoga kita akan bertemu...
Suatu hari nanti...

Never say goodbye
Just say... we will meet again...
But I don't know when the time...

Hampa akan menjadi kawan karib saya
Dan kesendirian ini akan membunuh saya
Tapi saya harus bertahan, tetap bertahan...
Walau saya tahu, kematian ada di belakang saya
Siap menjadi pemisah jarak ini...

Never say goodbye
Just say... We will meet again...
But I don't know when the time...

Sampai jumpa, kawanku
Sampai jumpa, saudaraku...
Saya akan merindukanmu setiap detiknya

Terima kasih untuk tawa yang diwarnai di dunia ini
Terima kasih untuk air mata kesetiaan yang mengalir

Maaf untuk semuanya... untuk segalanya...
Karena saya hanyalah manusia tanpa kesempurnaan

Dan waktunya saya berlari dalam kegelapan, dalam kesendirian
Yang menyesakkan dada

Never say goodbye
Just say... we will meet again...
But I don't know when the time...


-Aveline Agrippina Tando

Senin, 13 Oktober 2008

Setiap Orang dengan Kehidupannya

Setiap orang yang pernah melangkah di jalan hidupnya, dia pasti juga pernah terjatuh...

Setiap orang yang pernah berkata bohong, pasti dia pernah juga berkata jujur...

Setiap orang yang tertawa dalam hidupnya, pasti dia juga pernah menangis...


Karena semua itu adalah mozaik - mozaik hidup
Ketika anda pernah merasakannya semua itu, berbahagialah anda...

Karena mereka yang berbahagia adalah mereka yang bisa mensyukuri dan menikmati hidupnya dalam rupa apapun...



>>>Sebuah catatan kecil untuk sahabat - sahabatku terkasih, Berlianevie, Mr. YDP, Michelle, dan tentunya ANDA yang merasakan hidup anda penuh arti...

>>>Sebuah catatan spesial untuk persaudaraan kita, Adryan Adisaputra Tando dan Margareth...

Jumat, 10 Oktober 2008

Semoga Bukan yang Terakhir

Ya... semoga ini bukan menjadi aksara terakhir saya...

-Dalam setiap baris hujan
-Kutemukan tetes yang melirih
-Dalam setiap terik matahari
-Kutemukan hangat yang tak memeluk

karena aku tak ingin kenikmatan duniawi
aku hanya ingin kebebasan, kedamaian
terciptakan kebersamaan
bukan lagi d
alam mimpi, namun menjadi realita

aku harus mencicipi rasa itu, saudaraku!
seandainya kau tahu seluruh apa yang kupikirkan
kita berbeda rasa... kita tak sama dalam penciptaan


dan yang harus kau tahu, saudaraku!
walau dalam segala perbedaan kita
kau tetaplah saudaraku, bukan teman ataupun sahabat


Untuk seseorang yang kudengar suaranya semalam,
Dan pagi yang kehujanan

Jakarta, dalam heningnya...
Aveline Agrippina Tando

Selasa, 07 Oktober 2008

Sisa Jejak

Malam pekat

Menemani kehampaan

Aku sendiri

Masih berada pada atasnya


Masih tersisa jejak hari kemarin

Dan aku masih ingin hadir nyata di dunia





-Tengah malam

Sabtu, 04 Oktober 2008

Aku Orang yang Paling Sepi

Ya, akulah orang itu


Orang yang paling dalam kesendirian di dunia ini



I'm the loneliest people in this world





THE LONELINESS - Babyface

Kamis, 02 Oktober 2008

Kisah Induk Burung dan Anaknya

Cerita kecil yang masih nyangkut di otak yang meminta pertaggungjawaban untuk ditulis...

***

Alkisah, seorang induk burung yang bergelut dengan penyakitnya hanya bisa terbaring lemah di sarangnya bersama tiga ekor anak. Sang anak selalu saja cemas dan k
hawatir apakah ibunya dapat sembuh karena ibunyalah yang menjadi tumpuan hidupnya dalam mencari makan.

Sejak ibunya sakit, mereka tak dapat makan. Ibunya dan anak - anak burung itu sudah snagat lemas dan nyaris mati.

Anak burung yang paling besar berinisiatif untuk mencarikan makan untuk ibunya dan adik - adiknya. Akhirnya dia memutuskan untuk terbang walau ibunya telah mencoba menasihatinya agar tidak terbang karena sayapnya yang belum utuh.

Setelah beradu debat dengan sang ibu, anak burung itu pun pergi mencari makanan untuk adik - adiknya yang telah kelaparan dan tentunya juga untuk sang ibu.

Setelah beberapa jam, anak burung itupun kembali membawa banyak makanan. Sayapnya patah dan ia mencoba menutupinya dari ibunya. Walau sakit yang ia rasakan, ia terus mencoba menutupinya. Ia meyakinkan semuanya dalam keadaan baik - baik saja.

Keesokan harinya, ibunya sudah dalam keadaan yang lebih baik dan kedua anaknya tak lagi kelaparan. Namun, anak burung yang paling besar tak bangun dari tidurnya. Kedua adiknya mencoba membangunkannya, dan mereka menemukan kakaknya telah mati.





Aveline Agrippina Tando


Hutangku lunas sudah...